Selasa, 08 Mei 2012

TANDA-TANDA BAHAYA IBU & JANIN PADA KEHAMILAN MUDA



1.      PERDARAHAN PERVAGINAM
Perdarahan vagina dalam kehamilan jarang yang normal. Pada masa awal kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan  yang sedikit atau spotting disekitar waktu haidnya.
Pada waktu yang lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin pertanda dari serviks yang rapuh atau erosi.perdarahan seperti ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi.
Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah yang merah, perdarahan yang banyak, atau perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola atau kehamilan ektopik. Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak, kadang-kadang, disertai rasa nyeri. Perdarahan semacam ini bisa berarati plasenta previa.

Diagnosis Perdarahan Pada Kehamilan Muda.
1.      Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita dengan anemia, penyakit radang panggul, gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa.
2.      Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid ( lebih 1 bulan sejak haid terakhir ) dan mempunyai 1 atau lebih tanda berikut: perdarahan, kaku perut, pengeluaran sebagian produk konsepsi, serviks yang berdilatasi atau uterus yang lebih kecil dari seharusnya.
3.      Jika abortus merupakan kemingkinan diagnosis, kenali dan segera tangani komplikasi yang ada.




Macam-macam perdarahan pervaginam :
1.      Diagnosis abortus imminens :
·         Bercak perdarahan hingga perdarahan  sedang. Perdarahan ringan membutuhkan waktu 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih.
·         Serviks tertutup
·         Uterus sesuai dengan usia kehamilan
·         Gejala / tanda : kram perut bawah dan uterus lunak.
2.      Diagnosis kehamilan ektopik terganggu :
·         Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang
·         Serviks tertutu
·         Uterus sedikt membesar dari usia kehamilan normal
·         Gejala / tanda : linglung atau pingsan, nyeri perut bawah, nyeri goyang porsio, massa adneksa, dan cairan bebas intra abdomen.
3.      Diagnosis abortus komplit :
·         Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang
·         Serviks tertutp atau terbuka
·         Uterus lebih kecil dari usia kehamilan normal
·         Gejala / tanda : sedikit atau tanpa nyeri perut bawah, dan riwayat ekspulsi hasil konsepsi
4.      Diagnosis abortus insipiens :
·         Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih
·         Serviks terbuka
·         Uterus sesuai usia kehamilan
·         Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah, dan belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi
5.      Diagnosis abortus mola :
·         Perdarahan sedang hingga masif ( banyak )
·         Serviks terbuka
·         Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan
·         Gejala / tanda : mual / muntah, kram perut bawah, sindrom mirip preeklamsia, tidak ada janin, dan keluar jaringan seperti anggur.
6.      Abortus habitualis
·         Pasien yang mengalami keguguran berturut-turut selama lebih dari 3 X.


2.      HIPEREMESIS GRAVIDARUM
Adalah mual muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit.
 Hiperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi     lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hiperemesis gravidarum tersebut.
            Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui. Keadaan tersebut mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal akibat kehamilan. Hiperemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multiple ( kembar dua atau lebih ) dan seseorang wanita yang mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya.

            Diduga terdapat factor yang menyebabkan hiperemesis gravidarum :
1.      Psikologis, bergantung pada: apakah si ibu menerima kehamilannya. Atau kehamilannya di terima atau tidak.
2.      Fisik
·   Terjadi peningkatan yang mencolok atau belum beradaptasi dengan kenaikan human chorionic gonadothropin
·   Factor konsentrasi human chorionic gonadothropin yang tinggi :
§  Primigravida lebih sering dari multigravida.
§  Semakin meningkat pada pola hidatidosa, hamil ganda dan hidramnion
·   Factor gizi / anemia meningkatkan terjadinya hiperemesis gravidarum.


Gejala Umum Hiperemesis Gravidarum antara lain:
·         Mual dan muntah berat terutama pada trimester I kehamilan
·         Muntah setelah makan atau minum
·         Kehilangan berat badan > 5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, ( rata-rata kehilangan BB 10% )
·         Dehidrasi
·         Penurunan jumlah urine
·         Sakit kepala
·         Bingung
·         Pingsan
·         Jaundisen (warna kuning pada kulit, mata dan membrane mukosa )

Perbedaan Morning Sickness dan Hiperemesis Gravidarum

1. Morning Sickness
·         Mual kadang disertai muntah
·         Mual berkurang pada 12 minggu kehamilan
·         Muntah tidak menyebabkan dehidrasi
·         Masih toleran terhadap makanan tertentu

2. Hiperemesis gravidarum
·         Mual berat disertai muntah
·         Mual tidak berkurang setelah 12 minggu kehamilan
·         Muntah dapat menyebabkan dehidrasi berat
·         Tidak toleran terhadap makanan


Pengobatan Pada Hiperemesis Gravidarum :
·         Bed rest : membuat ibu hamil lebih nyaman, namun harus berhati-hati karena istirahat terlalu banyak menyebabkan kehilangan berat badan.
·         Akupresur : penekanan pada titik anti mual dan muntah yang terletak pada 3 jari diatas pergelangan diantara dua tendon. Lakukan penekanan secara lembut selama 3 menit untuk masing-masing lengan.
·         Hypnosis
·         Herbal : jahe dan peppermint



3. NYERI PERUT BAGIAN BAWAH
                    Nyeri perut pada wanita hamil merupakan salah satu keluhan terbanyak saat melakukan ANC. Sebetulnya tidak semua rasa sakit tersebut merupakan kelainan yang  serius. Namun tidak tertutup kemungkinan rasa nyeri tersebut disebabkan oleh suatu kelainan yang serius.
                    Konstipasi merupakan salah satu penyebab nyeri yang paling sering ditemukan. Berupa rasa tidak enak di perut yang di sebabkan oleh pengaruh hormone yang memperlambat gerakan usus serta penekanan rahim terhadap rectum.
                    Ligamentum ( yang menahan rahim pada tempatnya ) juga dapat menimbulkan nyeri didaerah kiri dan kanan bawah bagian perut. Nyeri ini mulai dirasakan pada trimester II, timbul akibat peregangan dan penebalan ligamentum tersebut guna mengakomodir pembesaran rahim akibat bertambahnya usia kehamilan.Nyeri ini bersifat menetap dan tidak hilang setelah beristirahat.


Beberapa Penyebab Nyeri Perut Yang Serius
·         Hamil tidak pada tempatnya ( hamil ektopik ) : hamil yang menanamkan diri diluar rongga rahim. Lokasi  yang tersering adalah saluran telur (tuba). Kelainan ini biasanya terjadi pada kehamilan trimester I.  Hamil  diluar rongga rahim ini akan menimbulkan nyeri hebat akibat adanya perdarahan di dalam rongga perut akibat “ pecahnya “ kehamilan ektopik.
·         Keguguran : gejala pertama keguguran adalah perdarahan yang kemudian diikuti dengan nyeri perut akibat kontraksi rahim. Nyeri bersifat ritmik,menjalar dari pinggang kearah bagian atas kemaluan.
·         Persalinan kurang bulan : nyeri berasal dari kontraksi rahim. Pada persalinan kurang bulan sering diikuti keluarnya darh yang banyak, sehingga sering disalah artikan sebagai perdarahan pra-persalinan akibat plasenta previa ( plasenta tidak pada tempatnya ).
·         Solusio plasenta : adalah lepasnya plasenta sebelum waktunya. Waktu yang tepat bagi plasenta lepas adalah setelah bayi lahir. Solusio terjadi sebelum bayi lahir bisa akibat trauma misalnya diurut, atau karena penyakit ibu misalnya tensi tinggi. Nyeri terjadi akibat darah terkumpul di dalam rahim.
·         Preeklamsia : nyeri dirasakan pada perut bagian atas ( ulu hati ) dan diikuti oleh sakit kepala serta gangguan pandangan berupa mata kabur. Kelainan pada preeklamsia adalah naiknya tensi yang disertai bengkak terutama pada kaki serta bocornya protein dari ginjal. Preeklamsi belum menimbulkan kejang.
·         Infeksi saluran kencing : wanita hamil serring mengalami infeksi saluran kemih. Infeksi pada kandung kemih dapat menimbulkan rasa nyeri dan sensasi terbakar saat BAK. Rasa nyeri dirasakan pada perut bagian bawah.






Referensi:
Prawirohardjo,Sarwono.Ilmu Kebidanan. Edisi 4. Jakarta.EGC.2008
Leveno,Kenneth J.dkk. Obstetri Williams.Edisi 21. Jakarta.EGC.2009
Manuaba.Pengantar kuliah obstetric. Jakarta. EGC.2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar